JURNAL MASINA NIPAKE https://p3m.polimdo.ac.id/jurnal/index.php/MASINA-NIPAKE <p><strong>Jurnal MASINA NIPAKE</strong> adalah jurnal <strong>rekayasa bidang mesin dan produks</strong>i yang <strong>terbit dua kali setahun </strong>dibawah pengelolaan <strong>Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Manado</strong>.</p> Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Manado id-ID JURNAL MASINA NIPAKE 2797-250X Analisa Pengaruh Temperatur Biogas pada Campuran Kotoran Sapi Eceng Gondok dan Air https://p3m.polimdo.ac.id/jurnal/index.php/MASINA-NIPAKE/article/view/133 <p><em>Permasalahan energi berpengaruh besar terhadap perekonomian, terutama masyarakat menengah ke bawah, sehingga diperlukan pengembangan energi terbarukan seperti biogas. Penelitian eksperimen ini menggunakan analisis kuantitatif untuk menentukan komposisi bahan, waktu fermentasi, dan temperatur optimal dalam produksi biogas. Variasi bahan terdiri dari (P1) kotoran sapi 10 kg, eceng gondok 10 kg, dan air 10 liter serta (P2) masing-masing 52 kg dan 52 liter. Hasil penelitian menunjukkan temperatur optimal fermentasi terjadi pada P1 dengan suhu luar digester 30°C (09.00) dan 27°C (15.00).</em></p> Franklin Bawano Artian Siru Hak Cipta (c) 2025 Franklin Bawano, Artian Siru https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2025-11-30 2025-11-30 5 2 134 141 Sistem Inspeksi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Kualitas Manufaktur: Tinjauan Literatur https://p3m.polimdo.ac.id/jurnal/index.php/MASINA-NIPAKE/article/view/134 <p><em>Inspeksi visual merupakan proses kontrol kualitas yang kritis dalam industri manufaktur modern. Metode inspeksi manual tradisional menghadapi keterbatasan signifikan dalam hal akurasi, konsistensi, dan throughput. Perkembangan pesat dalam bidang kecerdasan buatan (AI), khususnya computer vision dan deep learning, telah membuka peluang baru untuk otomasi sistem inspeksi visual dengan tingkat akurasi yang superior. Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur sistematis yang menganalisis 52 studi peer-reviewed yang dipublikasikan antara Januari 2019 hingga Oktober 2024. Metodologi penelitian mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan pencarian sistematis melalui database IEEE Xplore, ScienceDirect, Springer, ACM Digital Library, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup studi empiris yang mengimplementasikan teknik AI/ML untuk inspeksi visual dalam konteks manufaktur dengan hasil kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan dominasi metode deep learning (87% dari total studi) dengan arsitektur Convolutional Neural Networks (CNN) sebagai pendekatan paling populer (64%), diikuti oleh YOLO series (27%) dan R-CNN variants (21%). Transfer learning dari model pre-trained digunakan dalam 71% studi untuk mengatasi keterbatasan dataset. Tingkat akurasi yang dilaporkan berkisar dari 92,3% hingga 99,8% dengan median 96,7%. Aplikasi terdistribusi di berbagai sektor: elektronik (31%), otomotif (25%), food processing (17%), farmasi (13%), dan manufaktur umum (14%). Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan dataset berlabel (67% studi), kebutuhan komputasi tinggi (54% studi), generalisasi lintas kondisi produksi (51% studi), dan class imbalance (46% studi). Penelitian ini memberikan kontribusi berupa framework komprehensif untuk pemilihan teknik AI yang tepat, identifikasi best practices dalam implementasi, dan roadmap penelitian masa depan termasuk pengembangan few-shot learning, explainable AI, dan integrasi edge computing.</em></p> Firmansyah Reskal Motulo Tammy T. V. Pangow Jerry Heisye Purnama Hak Cipta (c) 2025 Firmansyah Reskal Motulo, Tammy T. V. Pangow, Jerry Heisye Purnama https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2025-11-30 2025-11-30 5 2 142 155 Analisis Performa Turbin Air Kinetik Berbahan Akrilik dengan Mekanisme Sudu Berengsel Luar Ditinjau dari Variasi Jumlah Sudu https://p3m.polimdo.ac.id/jurnal/index.php/MASINA-NIPAKE/article/view/137 <p><em>Melimpahnya sumber daya air sungai di Indonesia menyimpan potensi energi kinetik yang sangat besar sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang mengaplikasikan turbin kinetik merupakan salah satu bentuk teknologi untuk mengonversi potensi energi dari aliran air. Energi listrik dihasilkan dari proses, energi aliran air yaitu energi kinetik digunakan untuk memutar turbin, di mana putaran mekanik tersebut diteruskan secara langsung ke generator untuk menghasilkan energi Listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi performa turbin kinetik berbahan akrilik melalui pengujian variasi jumlah sudu, yaitu 6, 8, dan 10. Pengujian dilakukan secara langsung di saluran air irigasi Desa Talawaan, Minahasa Utara, dengan menggunakan pendekatan metode eksperimental (true experimental research). </em><em>Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja optimal turbin kinetik dengan sudu berbahan akrilik diperoleh pada jumlah sudu 8, dengan torsi 0,1764 Nm, daya turbin 1,465 W, dan efisiensi 0,034</em><em>. </em><em>Berdasarkan data penelitian, variasi jumlah sudu secara nyata memberikan dampak besar pada performa yang dihasilkan oleh turbin air kinetik</em><em>.</em></p> Silvy Dollorossa Boedi Meidy P.Y. Kawulur Hak Cipta (c) 2025 Silvy Dollorossa Boedi, Meidy P.Y. Kawulur https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2025-11-30 2025-11-30 5 2 156 162 Analisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada Kegiatan Praktikum di Bengkel dan Laboratorium Politeknik Negeri Manado https://p3m.polimdo.ac.id/jurnal/index.php/MASINA-NIPAKE/article/view/138 <p><em>Analisis terhadap pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) selama kegiatan praktikum di Bengkel dan Laboratorium Politeknik Negeri Manado, yang dilakukan melalui metode deskriptif (survei, observasi, dan wawancara), mengungkapkan bahwa meskipun kerangka dasar K3 telah tersedia, penerapannya masih inkonsisten dan belum terintegrasi secara optimal. Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) tidak menjamin kepatuhan, terbukti dari inkonsistensi penggunaan (misalnya sepatu keselamatan belum dipakai semua) dan kondisi APD yang kurang lengkap. Selain itu, kesiapsiagaan darurat dinilai lemah karena tidak adanya nomor telepon darurat yang terpasang jelas dan ketiadaan prosedur yang tegas untuk pemutusan sumber energi (shutdown). Dari sisi manajemen, komitmen K3 bersifat dikotomis; anggaran sering terpotong , dan efektivitas K3 secara keseluruhan diragukan akibat lemahnya pemeliharaan preventif, kesiapan prosedur darurat, dan kurangnya dukungan manajerial. Untuk perbaikan, direkomendasikan merevitalisasi dan mempersiapkan struktur organisasi K3, menjamin konsistensi alokasi anggaran, serta segera menyusun E-SOP darurat dan menetapkan jadwal pengecekan rutin untuk APAR dan P3K.</em></p> Ivonne Fredrika Yunita Polii Agnes Wakkary Winda S. Slat Meidy P.Y. Kawulur Frans Luntungan Hak Cipta (c) 2025 Ivonne Fredrika Yunita Polii, Agnes Wakkary, Winda S. Slat, Meidy P.Y. Kawulur https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2025-11-30 2025-11-30 5 2 163 170 Desain Baterai Sepeda Motor Listik dengan Tegangan 48 Volt DC menggunakan Empat Buah Accu 12 Volt 3,5 AH https://p3m.polimdo.ac.id/jurnal/index.php/MASINA-NIPAKE/article/view/139 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem baterai sepeda listrik dengan konfigurasi empat buah accu 12 Volt 3,5 Ah yang disusun secara seri sehingga menghasilkan tegangan total 48 Volt DC. Penelitian juga bertujuan untuk mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan, serta menguji kinerja baterai hasil perakitan pada sepeda listrik. Perakitan baterai dilakukan di Laboratorium Mekatronika Politeknik Negeri Manado, sedangkan pengujian jalan dilaksanakan di sepanjang Jalan Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Kec. Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Pengujian difokuskan pada kemampuan baterai dalam menggerakkan sepeda listrik, jarak tempuh maksimum, serta durasi ketahanan daya dengan beban tertentu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai 48 Volt DC hasil perakitan mampu menggerakkan sepeda listrik dengan beban total 89 kg sejauh 5 km dalam waktu tempuh sekitar 15 menit, dengan daya output rata-rata sebesar 97,75 Watt. Kendala teknis seperti melelehnya kabel pada uji awal dapat diatasi dengan mengganti kabel berkapasitas arus lebih besar, sehingga sistem dapat bekerja stabil.</em></p> Moody N. Tumembow Silvy Dollorossa Boedi Alfred Mekel Efraim A. W. Mamoto Hak Cipta (c) 2025 Moody N. Tumembow, Silvy Dollorossa Boedi, Alfred Mekel, Efraim A. W. Mamoto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ 2025-11-30 2025-11-30 5 2 171 178